20 Kode Rahasia AI untuk Guru: Membuat Materi Pembelajaran Visual Lebih Cepat dan Menarik

Table of Contents


Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuka banyak kemungkinan baru bagi guru dalam menyiapkan bahan ajar. Materi yang sebelumnya membutuhkan waktu cukup lama untuk dibuat dalam bentuk diagram, infografis, peta konsep, ilustrasi struktur, hingga lembar aktivitas kini dapat dirancang melalui prompt yang lebih terstruktur.

Salah satu cara yang saya gunakan adalah membuat kode singkat pada awal prompt. Saya menyebutnya sebagai “kode rahasia AI untuk guru” karena setiap kode berfungsi sebagai penanda jenis visual yang ingin dihasilkan.

Misalnya:

/mindmap ekosistem kelas VII

atau:

/flowchart proses fotosintesis kelas VII SMP

Dengan pola seperti itu, kita tidak perlu selalu memulai prompt dari nol.

Namun, perlu dipahami bahwa kode-kode di bawah ini bukan perintah resmi atau universal dari suatu platform AI tertentu. Kode ini merupakan sistem shorthand atau pola prompt yang dapat kita gunakan untuk memberi instruksi visual secara lebih konsisten kepada AI.

Berikut 20 kode visual yang dapat digunakan guru untuk membuat materi pembelajaran.

Untuk tutorial penggunaannya silakan simak di video berikut ini:



1. /mindmap — Membuat Peta Konsep

Kode /mindmap digunakan ketika guru ingin mengembangkan satu topik utama menjadi beberapa cabang konsep yang saling berhubungan.

Format ini sangat cocok untuk kegiatan apersepsi, brainstorming, rangkuman materi, maupun membantu siswa melihat hubungan antara konsep utama dan subkonsep.

Contoh prompt:

/mindmap ekosistem untuk siswa kelas VII SMP, tampilkan komponen biotik, abiotik, individu, populasi, komunitas, rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan interaksi antarorganisme dalam bentuk peta konsep yang mudah dipahami

Contoh Output


2. /anatomy — Mengenali Bagian dan Fungsi

Kode /anatomy cocok digunakan apabila tujuan pembelajaran meminta siswa mengidentifikasi bagian-bagian suatu objek sekaligus memahami fungsi masing-masing bagian.

Kode ini sangat efektif untuk pembelajaran IPA, biologi, teknologi, otomotif, kesehatan, maupun materi lain yang memiliki komponen terstruktur.

Contoh prompt:

/anatomy struktur bunga untuk siswa kelas IV SD, beri label mahkota, kelopak, benang sari, putik, tangkai bunga, bakal buah, dan jelaskan fungsi masing-masing bagian menggunakan bahasa sederhana

Contoh Output



3. /worksheet — Membuat Lembar Kerja Siswa

Ini salah satu kode yang sangat berguna bagi guru.

Kode /worksheet dapat digunakan untuk membuat lembar kerja visual yang berisi instruksi, materi singkat, latihan, pertanyaan, aktivitas, dan ruang jawaban.

Contoh prompt:

/worksheet materi pecahan sederhana untuk siswa kelas V SD, buat 6 soal bertahap dari mudah ke sedang, sertakan ilustrasi pecahan menggunakan benda sehari-hari dan sediakan area untuk menulis jawaban

Contoh Output



4. /timeline — Menjelaskan Urutan Waktu

Tidak semua materi cocok dijelaskan menggunakan paragraf panjang.

Untuk materi yang memiliki urutan kejadian atau perkembangan berdasarkan waktu, saya lebih memilih menggunakan /timeline.

Contoh prompt:

/timeline peristiwa menuju Proklamasi Kemerdekaan Indonesia untuk siswa SMP, tampilkan peristiwa penting dari kekalahan Jepang sampai pembacaan Proklamasi 17 Agustus 1945

Contoh Output


5. /diagram — Menunjukkan Hubungan Antarbagian

Kode /diagram digunakan untuk menjelaskan hubungan antara komponen, mekanisme, konsep, atau sistem.

Berbeda dengan flowchart yang menekankan urutan proses, diagram lebih fleksibel karena dapat menunjukkan keterkaitan antarunsur.

Contoh prompt:

/diagram siklus air untuk siswa kelas V SD, tampilkan evaporasi, kondensasi, presipitasi, infiltrasi, dan aliran permukaan menggunakan panah dan ilustrasi sederhana

Contoh Output


6. /beforeafter — Membandingkan Sebelum dan Sesudah

Kode /beforeafter sangat berguna ketika guru ingin menunjukkan dampak suatu tindakan atau perubahan.

Contoh prompt:

/beforeafter kondisi lingkungan sebelum dan sesudah reboisasi untuk siswa kelas VI SD, tampilkan perubahan jumlah pohon, kondisi tanah, kualitas udara, keberadaan hewan, dan risiko erosi

Contoh Output



7. /handwritten — Membuat Catatan Seperti Tulisan Guru

Kadang siswa justru lebih nyaman melihat materi yang tampil seperti catatan sederhana di buku atau papan tulis dibandingkan desain infografis yang terlalu padat.

Di sinilah /handwritten dapat digunakan.

Contoh prompt:

/handwritten rumus luas dan keliling lingkaran untuk siswa kelas VI SD, tampilkan rumus, arti setiap simbol, satu contoh soal, dan langkah penyelesaiannya seperti catatan tangan guru di buku

Contoh Output



8. /layers — Membuka Konsep Lapis demi Lapis

Kode /layers digunakan apabila suatu materi memiliki struktur bertingkat atau tersusun atas beberapa lapisan.

Contohnya atmosfer, struktur bumi, jaringan komputer, sistem perangkat lunak, dan sebagainya.

Contoh prompt:

/layers lapisan atmosfer bumi untuk siswa kelas VII SMP, tampilkan troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer secara bertingkat, sertakan ketinggian, karakteristik utama, dan fenomena pada setiap lapisan

Contoh Output



9. /quizboard — Membuat Papan Kuis Visual

Kode ini bisa digunakan untuk kegiatan apersepsi, asesmen diagnostik, asesmen formatif, maupun review menjelang ujian.

Contoh prompt:

/quizboard sistem tata surya untuk siswa kelas VI SD, buat 10 pertanyaan singkat dengan tingkat kesulitan bertahap, gunakan format papan kuis yang menarik dan mudah dibaca di layar kelas

Contoh Output



10. /visualize — Mengubah Konsep Abstrak Menjadi Visual

Menurut saya, /visualize merupakan salah satu kode paling fleksibel.

Gunakan kode ini ketika materi sulit dibayangkan hanya melalui teks.

Contoh prompt:

/visualize proses fotosintesis untuk siswa kelas VII SMP, tampilkan hubungan cahaya matahari, air, karbon dioksida, klorofil, glukosa, dan oksigen menggunakan ilustrasi edukatif

Contoh Output



11. /explodedview — Membongkar Objek Menjadi Komponennya

Kode /explodedview cocok digunakan pada pembelajaran teknik dan teknologi.

Objek akan divisualisasikan seolah-olah dibongkar sehingga setiap komponennya terlihat terpisah tetapi posisi dan hubungannya masih dapat dipahami.

Contoh prompt:

/explodedview komputer desktop untuk siswa SMK, tampilkan casing, motherboard, processor, RAM, SSD, power supply, GPU, cooling system, dan hubungan posisi setiap komponennya

Contoh Output




12. /compare — Membandingkan Dua Konsep

Kode /compare saya gunakan ketika tujuan pembelajaran menuntut siswa melakukan analisis persamaan dan perbedaan.

Contoh prompt:

/compare sel tumbuhan dan sel hewan untuk siswa kelas VIII SMP, tampilkan persamaan dan perbedaan struktur, organel, bentuk, dinding sel, vakuola, kloroplas, dan fungsi utama menggunakan visual berdampingan

Contoh Output



13. /flowchart — Menjelaskan Proses Langkah demi Langkah

Gunakan /flowchart apabila terdapat urutan proses yang jelas.

Kode ini cocok untuk algoritma, prosedur praktikum, metode ilmiah, proses administrasi, maupun alur kerja.

Contoh prompt:

/flowchart metode ilmiah untuk siswa SMP, tampilkan urutan observasi, identifikasi masalah, perumusan hipotesis, eksperimen, analisis data, kesimpulan, dan komunikasi hasil

Contoh Output




14. /stickynotes — Membuat Ringkasan Materi

Kode /stickynotes cocok untuk memecah materi menjadi beberapa informasi pendek.

Format ini dapat digunakan untuk rangkuman, brainstorming, pengingat, maupun kegiatan refleksi.

Contoh prompt:

/stickynotes teks argumentasi untuk siswa kelas IX SMP, buat catatan singkat tentang pengertian, tujuan, struktur, ciri kebahasaan, contoh argumen, fakta pendukung, dan kesalahan yang harus dihindari

Contoh Output



15. /xray — Melihat Struktur Internal

Kode /xray digunakan untuk memperlihatkan bagian internal suatu objek seolah-olah bagian luarnya transparan.

Contoh prompt:

/xray struktur internal jantung manusia untuk siswa kelas VIII SMP, tampilkan atrium kanan, atrium kiri, ventrikel kanan, ventrikel kiri, aorta, vena cava, arteri pulmonalis, dan aliran darah

Contoh Output



16. /lessonboard — Membuat Satu Papan Pembelajaran

Kalau saya ingin satu visual yang mencakup hampir seluruh inti pembelajaran, saya akan menggunakan /lessonboard.

Isi lesson board dapat mencakup tujuan, konsep inti, contoh, aktivitas, pertanyaan, dan kesimpulan.

Contoh prompt:

/lessonboard Hukum Newton untuk siswa kelas VIII SMP, tampilkan tujuan pembelajaran, Hukum Newton I II III, rumus utama, contoh dalam kehidupan sehari-hari, satu latihan sederhana, dan kesimpulan

Contoh Output



17. /blueprint — Membuat Rancangan Teknis

Kode /blueprint digunakan untuk materi yang berkaitan dengan desain, struktur, sistem, ukuran, atau rancangan teknis.

Sangat cocok digunakan pada SMK atau mata pelajaran berbasis proyek.

Contoh prompt:

/blueprint sistem panel surya rumah sederhana untuk siswa SMK, tampilkan panel surya, charge controller, baterai, inverter, beban listrik, arah aliran energi, dan hubungan antarperangkat

Contoh Output


18. /infographic — Mengubah Materi Menjadi Infografis

Kode /infographic cocok digunakan untuk menyederhanakan materi yang memiliki cukup banyak informasi.

Formatnya dapat menggabungkan ilustrasi, ikon, angka, teks pendek, dan visualisasi data.

Contoh prompt:

/infographic sistem pencernaan manusia untuk siswa kelas VIII SMP, tampilkan organ utama dari mulut hingga anus, fungsi setiap organ, proses pencernaan makanan, dan fakta penting menggunakan desain edukatif

Contoh Output


19. /cutaway — Membuka Sebagian Objek

Berbeda dengan /xray, kode /cutaway menampilkan objek seolah-olah sebagian permukaannya dipotong atau dibuka.

Dengan cara tersebut, bagian luar dan bagian dalam masih dapat dilihat secara bersamaan.

Contoh prompt:

/cutaway gunung berapi untuk siswa kelas VII SMP, tampilkan kawah, dapur magma, pipa magma, lapisan batuan, aliran lava, abu vulkanik, dan bagian permukaan gunung

Contoh Output




20. /thenvsnow — Membandingkan Dulu dan Sekarang

Terakhir ada /thenvsnow.

Kode ini digunakan untuk menunjukkan bagaimana sesuatu mengalami perkembangan dari masa lalu menuju kondisi sekarang.

Contoh prompt:

/thenvsnow perkembangan teknologi komunikasi untuk siswa SD, bandingkan surat, telegram, telepon rumah, telepon genggam awal, smartphone, dan komunikasi digital modern

Contoh Output



Cara Saya sebagai Guru Memilih Kodenya

Prinsipnya, jangan memilih kode hanya karena hasil gambarnya terlihat menarik.

Kode harus mengikuti tujuan belajar.

Kalau tujuan pembelajarannya adalah:

“Siswa mampu menjelaskan tahapan suatu proses.”

Saya akan lebih dahulu mempertimbangkan:

/flowchart

Kalau tujuan pembelajarannya:

“Siswa mampu mengidentifikasi komponen dan fungsi suatu objek.”

Pilihan yang lebih tepat antara lain:

/anatomy atau /explodedview

Jika tujuan pembelajarannya:

“Siswa mampu membandingkan perubahan yang terjadi.”

Saya dapat memilih:

/beforeafter atau /thenvsnow

Artinya, tujuan pembelajaran ditentukan terlebih dahulu, baru format visual dipilih.

Bukan sebaliknya.

Kelompok Kode Berdasarkan Kebutuhan Mengajar

Agar lebih mudah memilih, saya biasanya membaginya berdasarkan fungsi pedagogis.

Untuk Menjelaskan Konsep

/visualize · /diagram · /mindmap · /infographic

Kode dalam kelompok ini cocok ketika siswa perlu memahami ide, konsep, hubungan, dan gambaran umum materi.

Untuk Menjelaskan Struktur

/anatomy · /layers · /xray · /cutaway · /explodedview · /blueprint

Gunakan kelompok ini apabila siswa perlu mengetahui bagian, susunan, posisi, atau struktur internal suatu objek.


Untuk Menjelaskan Proses

/flowchart · /timeline

Keduanya sama-sama berhubungan dengan urutan, tetapi fungsinya sedikit berbeda.

/flowchart lebih tepat untuk urutan proses atau prosedur.

Sedangkan /timeline lebih tepat untuk urutan peristiwa berdasarkan waktu.

Untuk Menunjukkan Perubahan dan Perbandingan

/beforeafter · /thenvsnow · /compare

/beforeafter digunakan untuk membandingkan kondisi sebelum dan setelah suatu tindakan.

/thenvsnow digunakan untuk perkembangan masa lalu menuju masa kini.

Sedangkan /compare digunakan untuk membandingkan dua atau lebih konsep secara langsung.

Untuk Bahan Belajar dan Rangkuman

/handwritten · /stickynotes

Keduanya cocok digunakan untuk membuat materi terasa lebih sederhana dan dekat dengan bentuk catatan belajar siswa.

Untuk Aktivitas dan Asesmen

/worksheet · /quizboard · /lessonboard

Bagian ini sangat penting karena AI sebaiknya tidak hanya digunakan untuk mempercantik materi, tetapi juga membantu proses pembelajaran.

/worksheet dapat membantu aktivitas siswa.

/quizboard dapat digunakan untuk asesmen.

Sedangkan /lessonboard dapat membantu guru merangkum satu pembelajaran dalam satu visual.

Formula Prompt yang Lebih Cocok untuk Guru

Menulis:

/layers rangkaian komputer

sebenarnya sudah memberikan gambaran awal kepada AI.

Namun hasilnya kemungkinan masih terlalu umum.

Karena itu, saya menyarankan guru menggunakan formula berikut:

/[kode] + [materi] + [jenjang siswa] + [tujuan pembelajaran] + [komponen yang harus ditampilkan] + [gaya visual]

Contoh:

/layers lapisan atmosfer bumi untuk siswa kelas VII SMP, tampilkan troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer secara bertingkat, sertakan ketinggian, karakteristik utama, fenomena yang terjadi pada setiap lapisan, gunakan ilustrasi edukatif yang sederhana dan mudah dipahami siswa

Bandingkan dengan prompt:

/layers atmosfer

Prompt kedua memang lebih cepat, tetapi AI harus menebak sendiri siapa peserta didiknya, bagian mana yang penting, seberapa detail materinya, dan bagaimana tampilannya.

Semakin jelas instruksi kita, semakin besar peluang visual yang dihasilkan sesuai kebutuhan pembelajaran.

Formula Prompt Versi Lebih Lengkap

Untuk kebutuhan yang lebih serius, formulanya dapat diperluas menjadi:

/[kode] + [topik] + [kelas/jenjang] + [tujuan belajar] + [materi wajib] + [hubungan antarbagian] + [tingkat kedalaman] + [gaya visual] + [bahasa] + [batasan]

Misalnya:

/anatomy struktur bunga untuk siswa kelas IV SD, tujuan pembelajaran siswa mampu mengidentifikasi bagian utama bunga dan menjelaskan fungsi sederhananya. Tampilkan mahkota, kelopak, benang sari, putik, tangkai, dan bakal buah. Berikan garis penunjuk yang jelas serta keterangan maksimal satu kalimat per bagian. Gunakan Bahasa Indonesia sederhana, ilustrasi edukatif berwarna, tidak terlalu ramai, teks besar dan mudah dibaca siswa SD.

Prompt seperti ini biasanya lebih terkendali karena kita tidak menyerahkan seluruh keputusan desain kepada AI.

Trik: Tambahkan Instruksi Sesuai Usia Siswa

Satu materi bisa membutuhkan visual yang berbeda apabila digunakan pada jenjang yang berbeda.

Contohnya topik sistem tata surya.

Untuk SD:

/infographic sistem tata surya untuk siswa kelas VI SD, gunakan bahasa sederhana, ilustrasi planet yang menarik, teks singkat, dan fokus pada nama planet serta urutannya dari matahari

Untuk SMP:

/infographic sistem tata surya untuk siswa kelas VII SMP, tampilkan delapan planet, karakteristik utama, planet kebumian dan planet raksasa, asteroid, serta hubungan jarak relatif terhadap matahari

Dengan demikian, jangan hanya menuliskan nama materi.

Masukkan juga siapa yang akan mempelajarinya.

Trik: Masukkan Tujuan Pembelajaran ke Dalam Prompt

Ini bagian yang menurut saya sering terlupakan.

Daripada:

/diagram sistem pernapasan

lebih baik:

/diagram sistem pernapasan manusia untuk siswa kelas VIII SMP, tujuan pembelajaran siswa mampu menjelaskan jalur masuknya udara dari hidung hingga alveolus, tampilkan organ berdasarkan urutan perjalanan udara dan berikan panah arah

Perbedaannya cukup besar.

Prompt pertama hanya meminta gambar sistem pernapasan.

Prompt kedua meminta AI membuat visual yang mendukung kompetensi tertentu yang harus dicapai siswa.

Trik: Batasi Jumlah Teks pada Gambar

AI visual sering menghasilkan gambar yang terlalu padat apabila kita memasukkan banyak materi sekaligus.

Tambahkan instruksi seperti:

maksimal satu kalimat pendek pada setiap bagian

atau:

utamakan visual dan gunakan teks hanya untuk label penting

atau:

gunakan maksimal 8 poin utama agar mudah dibaca siswa

Untuk media yang akan ditampilkan melalui proyektor, kita juga dapat menambahkan:

gunakan judul besar, label besar, kontras tinggi, dan pastikan teks dapat dibaca dari bagian belakang ruang kelas

Trik: Jangan Memaksa Satu Gambar Memuat Semua Materi

Misalnya kita memiliki satu bab tentang sistem pencernaan.

Tidak harus seluruh materi dijadikan satu infografis.

Kita bisa memecahnya:

/anatomy organ sistem pencernaan

kemudian:

/flowchart perjalanan makanan dalam sistem pencernaan

kemudian:

/diagram proses pencernaan mekanik dan kimiawi

dan terakhir:

/quizboard evaluasi sistem pencernaan

Dengan demikian, satu topik dapat memiliki beberapa representasi visual berdasarkan fungsi pembelajarannya.

Inilah penggunaan AI yang menurut saya lebih masuk akal dibandingkan sekadar meminta:

“Buatkan poster yang bagus.”

20 Kode Rahasia AI untuk Guru — Versi Singkat

Jika ingin menyimpannya sebagai cheat sheet, berikut daftar lengkapnya:

01. /mindmap — peta konsep
02. /anatomy — bagian dan fungsi
03. /worksheet — lembar aktivitas siswa
04. /timeline — urutan waktu
05. /diagram — hubungan antarkomponen
06. /beforeafter — sebelum dan sesudah
07. /handwritten — catatan tulisan tangan
08. /layers — struktur berlapis
09. /quizboard — papan kuis
10. /visualize — visualisasi konsep abstrak
11. /explodedview — komponen objek terpisah
12. /compare — perbandingan konsep
13. /flowchart — alur proses
14. /stickynotes — rangkuman catatan pendek
15. /xray — struktur internal
16. /lessonboard — papan pembelajaran
17. /blueprint — rancangan teknis
18. /infographic — infografis materi
19. /cutaway — penampang objek
20. /thenvsnow — dulu dan sekarang


Jangan Terjebak pada Visual yang “Bagus”

AI memang dapat menghasilkan media yang terlihat menarik.

Namun bagi guru, pertanyaan utamanya bukan:

“Apakah gambarnya bagus?”

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

“Apakah gambar ini membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran?”

Sebuah infografis dengan banyak warna belum tentu efektif apabila siswa tidak mengetahui informasi mana yang harus diperhatikan.

Sebaliknya, flowchart sederhana dengan enam tahapan dapat jauh lebih berguna apabila tujuan belajar memang meminta siswa memahami sebuah proses.

Karena itu, penggunaan AI untuk pembelajaran tetap membutuhkan keputusan pedagogis dari guru.

AI membantu menghasilkan media.

Guru menentukan mengapa media tersebut digunakan.


Penutup

Dua puluh kode di atas dapat menjadi semacam Visual Prompt Library untuk Guru.

Kita tidak harus menghafal semuanya sekaligus.

Mulailah dari kode yang paling sering dibutuhkan.

Jika sering mengajar proses, gunakan /flowchart.

Jika sering menjelaskan struktur, coba /anatomy, /layers, atau /cutaway.

Jika membutuhkan rangkuman, gunakan /mindmap atau /infographic.

Jika membutuhkan aktivitas siswa, gunakan /worksheet.

Dan apabila membutuhkan asesmen cepat, coba /quizboard.

Hal terpenting adalah tetap menempatkan tujuan pembelajaran sebagai titik awal.

Teknologi AI hanyalah alat.

Ketepatan memilih representasi, kedalaman materi, bahasa yang sesuai usia siswa, serta kesesuaiannya dengan aktivitas pembelajaran tetap membutuhkan pertimbangan profesional seorang guru.


Template Prompt Siap Salin

Gunakan template berikut apabila ingin membuat visual sendiri:

Template dasar:

/[kode] [materi] untuk siswa [kelas/jenjang], tujuan pembelajaran [tujuan], tampilkan [komponen penting], gunakan [gaya visual], gunakan Bahasa Indonesia yang sesuai usia siswa.

Template lebih lengkap:

/[kode] [materi] untuk siswa [kelas/jenjang]. Tujuan pembelajaran: siswa mampu [tujuan]. Tampilkan [komponen wajib]. Jelaskan hubungan antara [bagian/konsep]. Gunakan tingkat kedalaman yang sesuai untuk [jenjang]. Buat dalam gaya visual edukatif, rapi, tidak terlalu ramai, teks besar dan mudah dibaca. Gunakan Bahasa Indonesia yang sederhana dan akurat. Hindari informasi yang tidak relevan dan jangan menambahkan fakta yang tidak pasti.

Dengan satu formula tersebut, 20 kode tadi dapat dikembangkan menjadi ratusan jenis media pembelajaran sesuai mata pelajaran dan kebutuhan guru.

Posting Komentar